Persiapan Kandang Stater

Pada saat mempersiapkan kandang kita harus memperhatikan dua jenis kandang yaitu kandang yang sudah pernah dipakai dan kandang yang belum pernah dipakai. Masing-masing kandang tersebut mempunyai perlakukan yang sedikit berbeda. 

Kandang yang baru dibangun

Kandang yang baru dibangun dianggap mempunyai kontak dengan bibit penyakit secara minimal. Oleh karena kandang ini hanya perlu diistirahatkan selama 1 minggu setelah dilakukan pembersihan, pencucian dan disemprot dengan menggunakan Ucarsan/Lysol/Virkons/Desoderm. Kandang yang telah bersih ditutup rapat-rapat dengan menggunakan terpal.

Kandang yang sudah pernah digunakan

Kandang yang sudah digunakan minimal harus diistirahatkan selama 21 hari. Kandang harus disucihamakan. Seluruh kandang disemprot dengan air baik lantai, dinding dan langit-langit lalu disikat hingga bersih. Bagian yang rusak diperbaiki dan dikapur kembali. Peralatan pakan dan minum harus dicuci bersih. Kandang lalu dikeringkan dan disemprot dengan desinfectan. Kandang lalu ditutup rapat-rapat dengan menggunakan terpal.

Pemasangan pembatas

Pembatas ini mempunyai fungsi sebagai pelindung bagi anak ayam agar anak ayam tidak bergerak terlalu jauh. Dengan adanya pembatas maka anak ayam tidak terlalu jauh bergerak dari pemanas tambahan yang dibutuhkannya serta tempat pakan dan tempat minumnya karena daya pengenalan anak ayam masih sangat terbatas. Pemasangan pembatas berlaku untuk kandang koloni. Pembatas dengan bentuk lingkaran dapat digunakan seng dengan tinggi 45 cm. Sedangkan pembatas dengan bentuk persegi dapat digunakan triplek  atau papan. Setiap minggu pembatas tersebut diperlebar. Pembatas hanya digunakan sampai anak ayam berumur 4 minggu.

Pemberian litter

Litter dapat berupa sekam padi atau serbuk gergaji.Bahan tersebut relatif mudah didapat, mudah menyerap air serta tidak mudah menjadi padat atau menggumpal. Pada  minggu pertama, litter yang berada di dalam pembatas ditutupi Koran sebanyak 7 lapis. Setiap hari koran diambil 1 lembar pada bagian yang teratas. Tujuan pemberian koran ini adalah agar anak ayam tidak mematuk sekam karena daya pengenalan terhadap makanan masih terbatas.

Persiapan pemanas

Sumber pemanas dari luar yang sering disebut indukan digunakan sebagai pengganti induk. Alat pemanas ini digunakan selam 4 minggu setelah melewati 4 minggu pemanas tersebut tidak digunakan lagi karena bulu anak ayam sudah semakin tebal sehingga anak ayam semakin kuat menghadapi suhu di lingkungan luar.

Pemanas yang digunakan dapat berupa:

  1. Sumber pemanas listrik Biasanya menggunakan lampu pijar 60-75 watt. Pemanas ini terutama digunakan pada kandang box.
  2. Sumber pemanas gas
  3. Sumber pemanas batubara
  4. Sumber pemanas minyak tanah

Pemanas ini dipasang ± 60 cm dari lantai. Bentuknya mirip kompor dengan tudung yang menghadap ke bawah.

Pada pemasangan pemanas perlu diperhatikan tinggi pemanas dan sebaran anak ayam. Jika pemanas diletakkan terlalu dekat dengan lantai, terutama pemanas dengan sumber pemanas gas dan minyak tanah akan mengakibatkan kemungkinan terjadinya kebakaran menjadi lebih besar. Namun jika diletakkan terlalu ke atas maka panas hanya menyebar di bagian atas sehingga anak-anak ayam tersebut masih kedinginan.

Agar peternak mengetahui pemanas yang digunakan letaknya tidak terlalu tinggi atau terlalu rendah, maka peternak harus memperhatikan sebaran anak ayam. Jika anak ayam menggumpul di bawah pemanas, maka anak ayam tersebut kedinginan, namun jika menyebar ke samping maka anak ayam tersebut terlalu kepanasan.

Ada baiknya peternak memasang termometer pada kandang tersebut. Sebagai panduan agar pemanas diatur sesuai dengan kebutuhan  dan tingkatan umur anak ayam. Pengaturan suhu tersebut adl sbb:

  • Minggu I    :  95° F atau 35°C
  • Minggu II   :  90° F atau 32°C
  • Minggu III  :  85° F atau 29°C
  • Minggu IV :  80° F atau 27°C

Meskipun demikian suhu ini bukanlah suatu acuan baku. Peternak harus rajin mengamati penyebaran anak ayam yang merupakan indikasi yang lebih tepat.

Pemanas sebaiknya dinyalakan 2-3 jam sebelum DOC tiba agar suhu ruangan kandang menjadi stabil dan cukup hangat bagi anak-anak ayam tersebut. Di samping menciptakan kandang yang nyaman, peternak juga dapat melakukan pengecekan terhadap fungsi pemanas. Jangan samapi pemanas bocor atau minyak tanahnya menetes. Kerusakan ini bisa menimbulkan kematian atau potensi bahaya kebakaran.

 

Written By : Sauvani Juwita, dr.  : Year :2010.