Versi Glory Farm

Versi Glory FARM :  Ini adalah variasi pengembangan dari lebih mengikuti aturan dari vaksinasi skala komersial dan yang telah teruji secara peternakan besar Indocentral FARM. Dan jumlah kebutuhan / Dosis telah disesuaikan dengan keadaan endemi lingkungan yang sudah pernah terjadi diwilayah peternakan Glory FARM.   

Vaksinasi Versi Glory FARM

 
Hari/Minggu Vaksin Keterangan Supplier
Hari 1 - DOC masuk -
       
Hari 3 Vaksin ND + IB Tetes mata SHS
       
Hari 4 Vaksin ND Lasota Air minum (1½  dosis) SHS
       
Hari 5 Vaksin Cocci Spray (tiap ekor DOC 10 gr) semprot di makanan ayam. Sterwin
       
Hari 16 Vaksin Gumoro 228 E Air minum ( 1½ dosis) SHS
       
Hari 23 Vaksin Gumoro 228 E Air minum ( 1½ dosis) SHS
       
Hari 28 Vaksin ND Lasota Suntik dada ( 2 dosis) SHS
       
Hari 29 Vaksin ND Lasota Air minum (1½  dosis) SHS
       
Hari 35 Vaksin IB Air minum (2 dosis) SHS
       
Minggu 6/7 Vaksin cacar Tusuk sayap (1 dosis) Vaksindo
       
Minggu 8 (hr 56) Vaksin ND Lasota Suntik dada ( 2 dosis) SHS
       
Minggu 8 (hr 57) Vaksin ND Lasota Air minum (1½  dosis) SHS
       
Minggu 9 Vaksin Coryza Suntik paha (0,2 cc) SHS
       
Minggu 10 Vaksin ILT Tetes mata (1 dosis) SHS
       
Minggu 12 Vaksin ND Lasota Air minum (2 dosis) SHS
       
Minggu 12/13 Vaksin AI Suntik dada (1 dosis) Vaksindo
       
Minggu 13 Vaksin IB Air minum (2 dosis) SHS
       
Minggu 16 Vaksin ND Lasota Air minum (2 dosis) SHS
  Vaksin ND+EDS+IB Suntik dada (1 dosis 0,3 cc) SHS
       
Minggu 17 Vaksin Coryza Suntik paha (1 dosis 1 cc) SHS
       
Vaksin ulang Vaksin ND+IB Suntik dada (2 dosis) SHS
30 minggu      
       
50 minggu Vaksin ND+IB Suntik dada (1½ dosis) SHS
       
  Vaksin Marek sudah dilakukan oleh Breeder.  
  Total Kebutuhan Vaksin Selama 1 Periode 1.000 ekor  

NOTE :

Keterangan diatas adalah perlakuan Vaksinasi yang secara nyata diterapkan dalam peternakan dengan populasi Ayam Kampung Petelur Ras Arab Crossing sebanyak 3.000 ekor. 

Jumlah dosis adalah tergantung dari paparan inveksi yang terjadi dan antisipasi resistensi dari virus / bakteri yang mungkin timbul dalam berlakuan vaksinasi yang berlanjut dan dalam waktu yang relatif lama. Dosis normal adalah 1 dosis, pertambahan atau perlipatan dosis dari normal dilakukan untuk antisipasi terhadap resistansi virus / bakteri.

 

Written By : Sauvani Juwita, dr.  : Year :2010.