Tips Memilih Mesin Tetas

  1. Pilihlah sesuai kapasitas mesin yang dibutuhkan dan bias juga diantisipasi dengan pengembangan dalam waktu dekat, Misal keperluan saat ini 100 butir telor untuk ditetaskan, tetapi dalam 3 bulan kedepan akan menjadi 300 butir, maka sebaiknya belilah kapasitas 300 butir. Hal ini lebih murah daripada beli 3 buah mesin dengan kapasitas 100 butir atau 1 mesin baru kapasitas 200 butir.

  2. Pilih mesin yang mudah pengoperasiannya terutama dalam CARA pemutaran telur : Contoh untuk mesin yang dilakukan secara manual (dimana masing masih telor diputar setiap butirnya berulang kali dalam seharinuya) atau semi otomatis (dimana pemutaran telor dengan memutar tuas) membutuhkan ketelatenan dan kesabaran yang tinggi dan tentunya Otomatis (telur telah berputar sendiri karena dilengkapi dengan system motor pemutar telor periodic.

  3. Periksa dan tanyakan bila dinyatakan mesin tetas otomatis itu apanya : Semua mesin tetas tentunya otomatis untuk pengaturan suhunya (thermostat). Tetapi dinyatakan Otomatis sebagai diterangkan pada nomer 2. Diatas maka CARA pemutaran telor yang membedakan mesin tersebut dinyatakan MANUAL / SEMI OTOMATIS atau OTOMATIS.

  4. Perhitungkan investasi anda. Untuk investasi jangka panjang, hitung kerugian setiap kegagalan penetasan telur. Kegagalan penetasan telor karena ketidak akuratan mesin dan kekurangan kelengkapan dan umur pakai yang sedikit karena bahan yang kurang kuat dan kurang baik menjadikan kerugian nyata. Belum lagi jika dihitung tenaga yang terbuang karena kegagalan.

  5. Pastikan mesin tersebut dilengkapi dengan buku panduan yang lengkap dan teruji dengan benar.

  6. Pastikan mesin memiliki kelengkapan seperti thermometer yang akurat (bukan type dinding atau kayu) karena tidak akurat dan bukan untuk aplikasi penetasan. Suhu / temperature yang sesuai / konstan dengan rentang “ON” dan “OFF” yang sempit.

  7. Pastikan anda dapat mengukur kelembaban udara dalam mesin tetas dengan adanya hygrometer. Kelembaban memegang peranan penting dalam kesuksesan penetasan. Kelembaban yang terlalu tinggi akan menyebabkan telor tidak menetas karena tenggelam dan kelembaban yang rendah akan menyebabkan telor juga tidak menetas karena embryo lengket pada kulit telor.

  8. Pastikan mesin memiliki sistem pemanas yang aman dan tahan lama. Pemanasan dengan lampu pijar perlu pemeriksaan berkala karena mudah putus. Pamanasan dengan filament cukup berbahaya karena mudah membara berlebihan dan melengkung sehingga mudah terbakar dan putus bila terlalu panas.

  9. Pastikan bahan dasar mesin bukan dari bahan yang tipis tetapi jenis solid (keras) karena bahan tipis akan menyebabkan kestabilan suhu mudah terganggu udara luar dan bahan yang tidak solid akan menyebabkan mesin tatas rentan pecah, rusak karena kelembaban, melengkung dalam pemakaian beberapa kali.

  10. Pastikan ketersediaan suku cadang untuk mengantisipasi kerusakan mesin di kemudian hari dan tentunya pelayanan purna jualnya.

 

  • GF 500 H - Front Closed
  • GF 200 SM Opened
  • GF 1000 DS_6
  • GF 3000 HC CP - Front
  • GF 2000 DSCom - Door Handle
  • GF 1000 Hx1 opened notray
  • GF 3000 HC CP - Top Corner
  • panel GF 1000 Hx1